Sekuntum Teratai Nan Suci

Di dalam dirimu terdapat sekuntum teratai suci, sumber kebijaksanaan yang
tiada terbatas…. Kembangkanlah kasih sayangmu dengan arif, maka kuntum terataimu
akan mekar.

Ketika batin mencapai samadhi, kearifan akan tumbuh dengan sendirinya.
Kebanyakan orang terpengaruh oleh situasi di luar, dan ini menunjukan kurangnya
kekuatan samadhi. Dewasa ini, samadhi dapat diartikan sebagai kepribadian yang
kuat dan semangat untuk maju.

Banyak orang mengira bahwa kecerdasan adalah kebijaksanaan, padahal bukan
demikian halnya. Kecerdasan tidak selalu mengandung kebijaksanaan, tetapi
kebijaksanaan mencakup kecerdasan. Kecerdasan semata-mata sarana untuk mengukur
untung dan rugi, serta bercirikan keserakahan dan kekecewaan.

Orang yang cerdas memiliki keterikatan yang kuat pada untung-rugi. Orang
bijaksana memiliki tekad yang kuat untuk – dengan penuh keberanian – melepaskan
keterikatan pada segala materi dan nafsu keinginan.

Kita menjadi semakin arif karena pengalaman. Kearifan diuji oleh pengalaman dan
orang-orang dengan siapa kita bergaul. Apabila kita lari dari kenyataan,
mengasingkan diri dari orang-orang dan dari pergaulan, kita akan sulit
mengembangkan kebijaksanaan.

Mampu mengasihi sesama adalah berkah, mampu melenyapkan noda-noda batin adalah
kearifan.

Kearifan dan ketidaktahuan (batin yang tertutup noda) tak ubahnya seperti
telapak dan punggung tanganmu. Meskipun keduanya merupakan bagian dari tangan
yang sama, tetapi punggung tangan tidak dapat menggenggam apa-apa, sementara
telapak tangan sangat berguna.

Secercah pikiran jahat menanamkan sebutir benih buah yang pahit, sedangkan
secercah pikiran baik menanamkan sebutir benih buah yang manis. Berupayalah agar
batinmu selalu bersih tak bernoda.

Pada dasarnya manusia memiliki batin yang bersih. Tetapi nafsu keinginan untuk
memiliki menodainya, dari hari ke hari.

Tanamlah benih kebajikan di ladang batin kita, karena sebiji benih menghalangi
tumbuhnya sebatang rumput liar. Jika tidak ditanam dan dirawat dengan baik,
rumput liar akan tumbuh subur. Jadi perbuatan baik harus dilakukan setiap hari,
setiap saat, terus-menerus. Lakukanlah perbuatan sekecil apapun dengan pikiran
baik.

2 comments:

  1. "ketika kita menanam padi,rumputpun ikutlah tumbuh..tp sebaliknya ketika kita menanam rumput tiadalah bersudi padi kan tumbuh...jadi kita berbuat baik aja masih srg dilihat cela oleh org laen,,apalagi kita berbuat noda..tiada akan kita dapat nilai baik itu,,,,'

    ReplyDelete