Sang Putrie Pelenyap 'Lara'


kau pancarkan kesejukan 
sejuk bagaikan embun pagi
kau hadirkan bersama senyuman
senyuman yang terkadang membuatku luka

Tak ingin ku pandang namun ternyata 
mata ini tak sanggup menahan
hati ini tak sanggup menolak
dan terus meronta untuk tetap menangkap

liuk garis tubuhmu memberiku harapan
ketika kau datang menjelma seorang wanita
gerak langkah tubuhmu 
terasa hingga menggetarkan jantung hatiku

setiap tetes peluhku karena getaran jiwa
yang tercipta karena gaya ungkapan melalui gerakan dari-mu
setiap hembusan ter enga-enga terbawa hasrat untuk memilikimu
'namun ku tak bisa'

ku berusaha menahan dan terus menahan
namun berat beban semakin membesar
sehingga tak kuat lagi diri ini ntuk menahan
terkadang jatuh sudah  hingga ke dasar

jatuh dan menangis
menangis karena tak sanggup
menangis karena bersedih
menangis karena 'lara'

Namun sebuah senyuman 'kecil' selalu mengingatkan
mengajak
membujuk
menyapa
dan berbisik "kamu harus kuat"
"ada aku di sini"

Harapan kembali terpulihkan 
oleh senyuman 'kecil'
 sang 'Putrie'

Tak ku sangka 
ternyata masih ada dia yang harus ku 'jaga'
ternyata ada dia yang harus ku 'perhatikan'
ternyata ada dia yang harus ku 'lindungi'
dan ternyata masih ada dia yang 'bersamaku'

Tnks 'Putrie kecilku'

1 comment: